Rabu, 15 Januari 2020

Seiko SKX427 vs SNK427 - Side by Side

Both are still affordable in price now but we will need extra energy to catch either one, moreover all of them.



They looks the same, hard to recognize each of them from the face.




The SKX427 or 7S26-3060 came with full metal caseback while SNK427 or 7S26-00D0 with crystal+metal (see-through).



From the side it's clearly the SKX is thinner than SNK and the case shape is slightly different.



Both SKX and SNK runs with 7S26A caliber and came with 2 optional bands, bracelet and canvas.



Selasa, 14 Januari 2020

Jam Tangan 'Tempur' Seiko 6139-7012

Jika dilihat dari kondisi dial & jarum yang seperti ini bisa kita duga pemakainya apik dan tidak ugal-ugalan. Apalagi seri Seiko 5 Sports SpeedTimer ini sudah berumur lebih dari 48 tahun. Diproduksi bulan Juli 1972.


Kondisi mesin berbanding lurus dengan dial & hands, bersih dan semua fungsi berjalan normal. Menggunakan kaliber 6139B 21 jewels (mesin 6139 JDM), semua gasket (tombol, crown & caseback) sudah diganti untuk tetap menjaga agar jam tidak masuk angin/air yang bisa menyebabkan jamur di dial/hands dan timbulnya karat di part-part mesin.



Kondisi luarnya tidak seberuntung bagian dalam, bodi, bezel & casebck penuh dengan baret. Begitu pula kaca yang baret-baretnya sudah tumpang tindih, sehingga tampak sangat kusam.



Tampaknya si pemilik lama sangat menikmati memakai jam ini, lengkap dengan rantainya yang kondisinya juga senasib dengan bodinya.



Entah bagaimana cara memakainya sampai-sampai rantainya bisa 'melar', jarak antar linknya melebar.



Jumat, 13 September 2019

Tehnik Menyetel Rantai Jam - Bracelet Adjusting Instruction

Beberapa orang termasuk saya pernah salah dalam hal menyetel rantai jam sehingga menjadi kurang nyaman ketika dipakai. Terasa berat, cenderung miring dan sebagainya.


Photo 1
Walaupun posisi jam tangan sama-sama terlihat pas, dengan posisi buckle/clasp berbeda, tingkat kenyamanan yang didapatkanpun akan berbeda.
Posisi buckle yang benar adalah pas atau mendekati tengah-tengah pergelangan tangan kita. Karena panjang link dan/atau besar pergelangan masing-masing orang berbeda, posisi ternyamannya bisa didapat dengan menggeser ujung rantai ke kiri/kanan, antar lubang yang ada di buckle/clasp.
 

Photo 2
Bagian rantai yang bisa kita sebut dengan 'supporting buckle' inilah yang mengunci posisi rantai ketika jam tangan kita pakai. Bentuk dan dimensinya didesain sehingga berapapun panjang buckle, selama posisinya ada di tengah (sisi dalam) pergelangan tangan maka akan tetap nyaman walaupun posisi buckle (yang kita dapatkan dari penyesuaian ujung rantai ke lubang buckle, point 1) tidak benar-benar pas di tengah.



Photo 3
Berdasarkan contoh kasus di photo 1, maka untuk mendapatkan posisi yang tepat, perlu dilakukan pemindahan link, bisa 1 atau lebih, dari sisi bawah kepala jam tangan ke sisi atasnya.
Beruntunglah jika jam tangan Seiko anda menggunakan sambungan link seperti jenis ke-2 (di photo terakhir), karena cukup dengan menggunakan peniti, bongkar pasang link bisa dilakukan dengan mudah.



Photo 4
Menunjukkan komposisi sebelum & setelah 2 link dipindahkan, Sebelum dipindah, komposisinya terlihat lebih seimbang, lebih sama panjang antara sisi 1 dan lainnya. Sedangkan komposisi yang tepat terlihat berat sebelah.

Cara tersebut di atas bukan dari buku, melainkan saya dapatkan ilmunya dari pak Sumaji, mekanik senior di Seiko Plaza Senayan, Jakarta, Indonesia.



Selamat mencoba dan dapatkan pengalaman memakai jam tangan dengan tali rantai yang lebih nyaman dari sebelum-sebelumnya, insyaa Allah.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 11 September 2019

(SOLD) Seiko Diver 6309-729A Pepsi - Head Only


Produced in July 1984, 6309A Caliber, 21.600 bph. Case diameter is approx. 42mm with 22mm lug width. All original head only, no box, no paper.


Running condition, service history unknown. 


Bidirectional bezel with solid clicks. Crown will lock after 3 turns. Water resistance untested. 




Scratches on the whole body, caseback, crystal and bezel.









Minggu, 08 September 2019

Seiko 5 Sports 6106-8510 Rally Diver


Dari literatur yang saya punya, seri Seiko 5 Sports muncul pertama kali tahun 1968. Penggunaan kata 'Sports' bukan hanya untuk sekedar hiasan, ada tambahan kata Water 70m proof di dial dan Seiko gencar mengiklankannya dengan latar belakang mobil balap atau kegiatan olah raga air semacam ski air, perahu layar dan lain sebagainya.






Tidak seperti jam tangan yang diproduksi 1967 kebawah yang tampilannya agak monoton dari sisi warna (hitam-putih), seri 5 Sports tampil warna warni.





Selain pembenahan sistem gasket, Seiko juga mulai menggunakan kaca mineral atau yang mereka sebut dengan hardlex crystal, yang kebanyakan sama seperti yang dipakai seri diver 6105-8000.


Seri 6106-8510 produksi Oktober 1969 ini menggunakan mesin Suwa 6106 generasi ke 3, 6106C yang sudah bisa quickset hari dan tanggal. Jadi jika dibandingkan dengan seri 5 Sports selain Chronograph, yaitu yang menggunakan mesin 6119 (A/B) atau 5126, maka seri dengan mesin 6106C unggul dari 2 sisi, bisa hack (second setting) dan bisa setting cepat hari dan tanggal.


Bezelnya mirip dengan 6106-8120, dengan pinggiran berbeda. Rantainya yang juga sama dengan seri 6119 717x/8300 ternyata juga sama dengan yang dipakai 6138-0010 UFO versi pertama.






Selasa, 03 September 2019

Klinik Seiko di Pagelaran Tomoci Fair ke-6 31 Agu - 1 Sep 2019



Alhamdulillah, acara pameran selama 2 hari di event Tomoci Fair ke-6, 31 Agustus - 1 September 2019 berjalan lancar dan sukses, yang bertempat di Kartika Expo Balai Kartini - Jakarta.

Sebagaimana ide awal dibentuknya Klinik Seiko (Grup Publik di Facebook) sebagai wadah sharing informasi dan pengetahuan tentang jam tangan khususnya merk Seiko, tujuan kehadiran kami di acara pameran mainan tersebut sama, ditambah jasa-jasa gratis semacam konsultasi, ganti tali, potong rantai dan lain sebagainya.



Salah satu motivasi seseorang mengoleksi mainan diecast adalah memorabilia, mengenang masa kecil dimana dahulu mereka dibelikan mainan oleh orang tuanya, dimainin, kemudian rusak atau ada juga yang sampai sekarang masih tersimpan dengan kondisi baik.
Kunjungan mekanik senior Seiko Indonesia, bapak Sumaji
Begitu pula dengam jam tangan, ada yang dibelikan orang tuanya atau mendapat warisan dari kerabat. Beberapa pengunjung bercerita tentang jam tangan Seikonya yang lama tak terpakai, rusak dan tidak tahu kalau sebenarnya bisa diperbaiki dengan baik walaupun umurnya sudah beberapa dasawarsa
Pasangan jam diver era '70an 6105-8110 & 2205-0760

World First Fully Automatic Analogue Depth Sensor 7K52-6A19 & Digital Calculator Watch from 1977
First Tuna 300m and 200m Professional Diver watches, 7549-7010 & 7C43-6020 a.k.a Mini Tuna
2019 Reissue Edition Seiko SUS
Seiko Rally Diver dari era '60-'70an dengan mesin 5126, 6106 & 6119
Literatur

Tentu dibutuhkan kesabaran dalam proses perbaikan atau restorasi sebuah jam tangan, apalagi yang umurnya sudah tua. Mesti rajin cari referensi, bisa dari media online, buku katalog, iklan media cetak, brosur dan lain sebagainya. Tidak sulit sekaligus penuh tantangan.

Minggu, 25 Agustus 2019

(SOLD) Seiko 6R15-01W0 aka SBDC011 Fieldmaster

kiri: H801-6040, tengah: 1421-0140 (Contra), kanan: SBDC011

Seri Field Master pertama muncul awal 80an yaitu 1421 0140 (quartz) atau yang dikenal dengan 'CONTRA' Fieldmaster. 
Setelahnya terus dilanjutkan dengan menggunakan mesin analog-digital H558, H801, Kinetic 5M22 kemudian analog Quartz 7N35.




SBDC011 atau 6R15-01W0 ini setahu saya direlease tahun 2010 dan merupakan seri Fieldmaster pertama dengan mesin automatic.


Diameter cukup besar (48mm) dengan lebar lug yang 'aneh' 21mm, tampil dengan gaya Seiko tuna dengan shroud metal, penguncian crown sistem sekrup (screw down lock) dan mampu menahan tekanan air sampai dengan 20 ATM.